Pages

02 November 2008

Perbanyakan Caladium

Cara perbanyakan caladium yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara cacah umbi, walaupun ada juga yang dilakukan dengan cara memisah anakan, dari biji dan kultur jaringan. Saya sendiri melakukan cacah umbi untuk mendapatkan bibitan dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lumayan cepat. Berikut teknik cacah umbi yang dilakukan ditempat saya.


Umbi yang sudah dicuci bersih dipotong-potong dan direndam dalam larutan fungisida selama 10-15 menit kemudian dikering anginkan.





Umbi diatur didalam pot yang sudah diberi media pasir basah (pasir sungai/coarse river sand). Dari beberapa referensi yang saya baca, tidak perlu untuk menutup cacahan umbi ini dengan media, tapi saya sendiri menutupnya dengan pasir tipis2 saja.


Pot ditutup dengan plastik bening, saya meletakkannya ditempat yang terkena sinar matahari langsung, ini alasan saya kenapa saya menutup cacahan umbi dengan lapisan pasir, karena katanya umbi yang baru dicacah akan mengering kalau diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari langsung.

Setelah beberapa jam tutup plastik akan dipenuhi uap air. Umbi akan mulai keluar daun setelah 3-4 minggu.





Saya biasanya memindah hasil cacahan ini setelah berdaun 2-3 dan meletakkannya didalam sungkup.








Dari pengalaman dan skill yang saya miliki sebagai pemula didunia caladium, teknik ini tingkat keberhasilannya sangat variatif. Kadang ada yang daya tumbuhnya mencapai 80-90% ada juga yang sama sekali ga tumbuh alias busuk semua. Kalau dirata-rata mungkin sekitar 30-40% saja daya tumbuhnya. Mungkin hal ini disebabkan media yang terlalu basah, umbi yang terlalu kecil dan cacahan umbinya juga kekecilan atau sebab lainnya.
Dengan rata2 satu umbi ukuran 1,5-2 cm dicacah menjadi 30-40 bagian dan yang tumbuh 10 saja kita sudah bisa menghitung berapa keuntungan yang akan kita dapatkan. Dalam waktu satu tahun (6 bulan pemeliharaan dari bibit sampai ukuran umbi cukup besar, yang 6 bulan lagi dari pencacahan sampai siap jual), keuntungan kita bisa 10x lipat (kalau bisa laku semua). Bank mana yang mau ngasih bunga 1000% dalam waktu setahun?
Saran saya kalau kita masih belajar sebaiknya umbi kita cacah menjadi 4-8 bagian saja jangan terlalu kecil, kemungkinan tumbuhnya lebih besar. Tapi namanya manusia biasanya inginnya langsung dapat yang banyak he..he..kalau masalah itu seh saya serahkan ke pribadi yang mau memperbanyak saja….

Ini gambar rak tempat saya mendormankan caladium, tapi kalau pas hujan2an sedih banget... ga dorman2 malah tumbuh daun terus. Yang paling dekat itu pot yang berisi cacahan umbi, jauhan dikit pot cacahan yang sudah ditumbuhi ‘semak belukar’ rumput. Contoh budidaya yang ga bagus, karena kepingin cepat mindah, cacahan baru tumbuh 1-2 biji sudah keburu dibuka tutupnya buat mindah. Buka tutup terus lama2 malas nutupnya akhirnya cacahan yang lain jadi lambat tumbuhnya. Mau dibuang sayang karena kadang setelah beberapa bulan masih ada yang baru tumbuh makanya dibiarkan menyemak belukar….

Thanks to Agus ‘Jenggot’ Kariyanto n Dedy ‘ Napi’ Muryanto yang sudah banyak bantuin saya pada saat awal2 saya belajar budidaya caladium….

30 October 2008

Sungkup Untuk Caladium

Dari pengalaman memelihara caladium selama ini, tanaman yang satu ini sebetulnya mudah sekali perawatannya. Saya tidak pernah menggunakan pupuk dalam pemeliharaannya juga hampir tidak pernah ada gangguan penyakit.
Media yang diminta juga tidak pilih2. Saya menggunakan campuran pupuk kandang, cocopeat dan arang sekam (sekam biasa juga ga masalah) dengan perbandingan yang sama.
Kalau pas ada pasir sungai ditambahkan juga bagus. Ada akar pakis bekas bongkaran anthurium mau dicampurkan juga ok. Pokoknya ga manja deh. Seandainya pas semua bahan ga ada trus kita gali tanah dihalaman juga boleh he..he..
Yang jadi masalah adalah bagaimana kita bisa menampilkan caladium ini dengan sempurna, kompak dan berdaun banyak. Banyak orang yang memelihara caladium mengeluh karena daunnya cuma bisa bertahan 1 atau 2 saja.
Caladium membutuhkan kelembapan tinggi dan sinar matahari yang cukup supaya warna bisa tampil dan daun bisa banyak, khususnya yang jenis dari Thailand. Untuk menyiasati ini cara yang paling gampang adalah dengan cara membuatkan sungkup.
Dengan meletakkan caladium didalam sungkup kita bisa mempertahankan kelembaban udara. Ditempat saya sungkup dinaungi paranet putih (biasanya untuk tembakau, menyerap panas sekitar 15%) yang didobel dua, jadi sinar matahari masih lumayan panas.
Dengan kondisi seperti ini caladium bisa memiliki 4-6 daun untuk yang jenis daunnya memang sedikit dan 6-8 daun untuk type yang berdaun lebat. Penyiraman saya lakukan 3-4 hari sekali, disiram sampai kenyang bukan sekedar basah, terus ditutup lagi. Kalau mau menikmati gpp dibuka sampai 1-2 hari tapi jangan sering2, kalau keseringan dibuka ya sama aja kaya ga disungkup.
Untuk caladium yang masih kecil pertumbuhan didalam sungkup lebih cepat daripada yang ditaruh udara terbuka.

Dibawah ini gambar2 caladium beserta 'rumahnya'.....



Aquarium bekas juga bisa dimanfaatkan, tinggal menambah tutup plastik diatasnya. Caladium tetap prima kondisinya, kita juga bisa setiap saat menikmati keindahannya.....